Bosphorus dan jembatan fatih sultan mehmet

DSC_0118

Bosphorus adalah selat yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Marmara di Istambul Turki. Dan juga memisahkan Turki bagian Eropa dan Turki bagian Asia. Juga melewati benteng Rumeli Hisarı dan Jembatan Fatih (Conqueror).

Selat sepanjang 32 km (20 mil) ini dapat dilintasi dengan menggunakan private boat atau kapal Dentur Avrasya, kapal TurYol, juga feri tradisional Hatirı. Dalam pelayaran sepanjang Selat Bosphorus kita dapat menikmati pemandangan yang sangat indah.

Terlihat Masjid Ortakoy yang sangat megah berlatar belakang jembatan Bosphorus yang menghubungkan benua asia dan benua eropa, yang disebut jembatan fatih sultan mehmet. Jembatan tersebut mengambil nama dari Sultan Utsmaniyah abad ke-15 (Mehmed sang Penakluk), yang menaklukan ibukota Bizantium, Konstantinopel) pada tahun 1453.

DSC_0124

Advertisements

Mager

Suka menulis tapi sering “Mager” Koq aku merasa tersindir dengan kata ini yah. Dengan berbagai alasan teori pembenaran “gak sempet” atau gak punya waktu. Teori ini selalu saja menjadi alasan kenapa jarang menulis dan Blog nya selalu diam gak bergerak berhari-hari atau lebih fantastis berbulan-bulan.

Beruntung ada workshop keren dengan tema “Blogger anti Mager”.  Sepertinya workshop ini pas banget buat orang-orang seperti aku yang mager ini, agar bisa bergerak lebih cepat dalam kekinian zaman. Workshop ini akan mengupas 3 hal PENTING:

  1. Melepas kegalauan dan rasa “mager” dengan menulis blog yang kece
  2. Membongkar tips-tips jitu “ngeblog”
  3. Membongkar cara menulis blog yang “kamu banget”

Minggu 28 January 2018 acara workshop bertema “Blogger anti Mager” ini digelar dan dikemas oleh komunitas penulis Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta, yang dalam pelaksanaannya dipandu oleh Host kece FLP dan populer di Rufid mba Shinta Sofiana. FLP Jakarta (@flpjakarta) sebagai komunitas penulis memiliki anggota yang tidak sedikit mempunyai bakat menulis. Ini yang membuat peserta workshop kali ini kebanyakan sudah mempunya basic menulis dan membuat tugas mentor menjadi lebih ringan. Ini pengakuan Bang Jun (Jun Joe Winanto) diakhir acara sebagai penutup dari beliau yang ditunjuk sebagai nara sumber menggantikan kang Arul yang berhalangan hadir.

Bang Jun juga membakar semangat ngeblog peserta dengan pengakuannya telah ngeblog selama 6 tahun dan menghasilkan rupiah dengan angka yang cukup fantastis. Meskipun nilai kongkrit masih rahasia, tetap saja itu sesuatu yang waw. Tips-tips yang disampaikan juga sangat menarik seperti konsisten dalam menulis dan bagaimana kita harus menemukan pasion kita, agar lebih terarah.

Alhamdulillah dengan izin Allah acara bergulir dengan lancar dan peserta merasa nyaman belajar dan bertemu kangen dengan teman-teman FLP Jakarta ditempat yang bikin asyik dan nyaman. Ruangan ber AC dengan tampilan yang menarik dan bikin betah, tempat acara workshop ini di gelar berada di Gedung Permata Kuningan Lantai 17 (Proxsis Consulting) Jl. Kuningan Mulia Kav. 9C Jakarta (Kawasan Bisnis Epicentrum, Menteng Atas Jakarta Selatan.

Setelah lelah menimba ilmu dengan bang Jun, saatnya makan siang pun tiba. Sajian nasi ayam dari Lets go Chicken dan frozen kebab dari zada food melunasi rasa lapar peserta. Acara pun berakhir dengan manis, berbagai hadiah dan doorprize dari para sponsor, menutup rangkaian acara hari ini diantaranya:

Sheba, produsen jas hujan muslimah dan dompet waterproof

Forbento, menjual buku dan keperluan membuat bento

Supertwinshop , menjual jacket, jas hujan, hijab, tas

Gosip teranyar dari berakhirnya acara hari ini adalah, berlanjutnya kelas Blogger FLP Jakarta. Tentu saja dipertemuan berikutnya akan hadir pembicara-pembicara yang super keren.

Acara ini terselenggara dengan dukungan dan support @proxsisconsulting, @letsgo.chicken, @sheba_id ,  @zadafood_official, @forbento, @supertwinshop  dan @flpjakarta (situs resmi FLP Jakarta: http://www.flp-jakarta.org)

 

Jakarta 31 Januari 2018

Workshop bloger flp Jakarta

Whorkshop pagi ini menjadi istimewa karena dibukanya kelas bloger untuk teman-teman flp jakarta. Semamgat menulis teman-teman flp jakarta yang agak meredup (saya maksudnya) menyala kembali mendengar poin-poin yang disampaikan mas Jun si pemberi materi.

DSC_1202

DSC_1209

Sebelum acara  coffe break dulu, sambil selfi selfi. Sneck nya lumayan menggugah selera. Pasti pada nanya, ini dimana… koq tempatnya asyik yah. Kita ada di kantornya Proxsis consulting Gedung Permata Kuningan.

DSC_1204

 

Doa pagi

  • اللهم اني اعوذ بك من جهد البلاء ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الاعداء
  • Ya Allah, aku berlindung padamu dari beratnya cobaan, dan bertemunya kecelakaan, jeleknya takdir, dan gembiranya musuh-musuh.

 

Kuliner Wajib Khas Belitong yang tidak boleh dilewatkan

Sudah tidak rahasia lagi jika hendak bepergian ke suatu tempat, yang pertama dicari adalah spot-spot menarik untuk photo dan tentu saja kulinernya. Jika kita mengunjungi Belitong yang populer setelah meledaknya Film Laskar Pelangi buah karya Andrea Hirata. Dan semakin ramai dikunjungi begitu Ahok juga populer sebagai seorang tokoh yang kontroversial.

Tidak berbeda dengan yang lainnya, ketika kami mengunjungi negeri Laskar Pelangi tersebut.  Kami pun menikmati pemandangan alamnya yang luar biasa kece dengan laut birunya, langit Biru dan batu-batu raksasa yang menakjubkan. Disamping pemandangan alamnya yang sangat menarik, kulinernya juga tidak kalah menariknya dan susah move on.

Berdasarkan pesan dari teman-teman yang sudah berkunjung ke Belitong dan referensi dari berbagai pihak, berikut makanan dan minuman yang perlu dicoba dan sudah kami buktikan.

  1. Gangan

Gangan adalah seperti gulai asampadeh kalau dari sumatra Barat. Syarat dengan rempah khas Belitong. Rasanya pedas asam dan mengundang selera. Ada beberapa pilihan

  • Gangan ikan
  • Gangan daging
  • Gangan Campur

Yang paling Istimewa Gangan Campur, isinya ikan dan seafood seperti udang, cumi dan lain-lain, ditambah irisan nanas. Penyajiannya didalam batok kelapa muda. Kebayangkan rasanya pedas, asam dengan aroma nanas dan juga rasa kelapa mudanya pecah dilidah. Gangan ini banyak dijual di beberapa resto di Belitong. Yang paling enak menurut saya di Rumah Makan Timpo Duluk, rasa nya pas di lidah.

  1. Mie Belitung

Mie Belitung seperti mie rebus kalau di kota medan. Hampir di setiap resto di Tanjung Pandan menjualnya. Tekstur mie nya enak, ditambah dengan irisan tahu, kentang, timun dan udang. Dengan kuah juga rasa kaldu udang. Dan disajikan diatas dau simpor, ini yang menarik dan istimewa. Yang agak mengecewakan, meski sudah dipakai sambal tetap saja tidak menghilangkan rasa manisnya. Tapi tetap wajib dicoba.

mie belitung-1

  1. Jeruk Kunci Hamoy

Minuman segar ini wajib dicoba, rasanya manis, asam, asin dengan aroma jeruk kunci dan hamoy atau nama lainnya kiamboy merah (yang diolah dari buah pulm). Paduan rasa dan aroma perasan jeruk kunci dan kiamboy yang asam, asin, manis sangatlah susah dilupakan. Ini minuman yang bikin saya ketagihan. Minuman ini hampir di setiap resto di kota Tanjung Pandan tersedia. Pertama sekali mencoba minuman ini di Manggar kota wisata 1001 warung Kopi “ Warkop Millenium”. Rasanya pecah paduan asam, asin manisnya juga pas. Dan seterusnya disetiap kesempatan saya selalu memesannya.

  1. Ketam Isi

Negeri yang dikelilingi lautan ini, tentulah makanan lautnya segar dan enak. Paling istimewa Ketam atau kepiting isi. Daging kepiting dicampur bumbu dan rasa merica yang kental yang juga menjadi icon kota ini. Daging kepiting dimasukkan kedalam cangkangnya kembali. Penganan ini dijual dalam kemasan beku atau sudah digoreng. Terasa sangat nikmat bila dimakan hangat-hangat. Rasanya susah dilukiskan uenak banget. Ada beberapa tempat yang menjual ketam isi ini Adena dan Sakato. Soup kepitingnya juga juara.

  1. Kukus Rap Menggale

Makanan tradisional yang langka, cuman ada di rumah makan Belitong Kite yang terletak di pusat kota Tanjung Pandan dekat pelabuhan, dan bundaran Satam. Kita bisa menikmatinya sebagai menu sarapan pagi. Restoran tradisional ini buka setiap Selasa s.d Sabtu dari jam 06.00 – 10.00.

Kukus Rap Menggale, terbuat dari bahan dasar tepung Rap Menggale. Hampir seperti tepung gaple, hanya berbeda cara pembuatannya. Kalau tepung Gaple terbuat dari singkong yang dikupas, dipotong-potong lalu dijemur sampai hitam, baru didiolah menjadi penganan. Tapi Rap Menggale tepung nya dibuat dari singkong yang dikupas, dipotong-potong dimasukkan dalam karung sumpit yang dibuat dari daun lays (strukturnya hampir sama dengan daun durian). Karung diikat direndam dalam air sungai yang mengalir sampai maram.

Makanan ini disajikan diatas daun simpor bersama kelapa parut dan sambal ikan teri yang dimasak seperti pepes dengan bumbu khas Belitung yang syarat rempah-rempah. Rasanya sangat istimewa seperti ketan, jauh dari rasa singkong. Pertama aku tidak yakin akan suka, tapi setelah dicoba rekomended.

DSC_0708

  1. Kopi

Kopi Belitong sangat terkenal disetiap tempat dikota Belitong selalu ada warung kopi yang menyajikan berbagai macam rasa. Yang berbeda dan wajib di coba adalah Kong Djie Coffee. Ada beberapa tempat karena warung kopi ini memakai sistem waralaba. Konon yang aslinya yang berada dipojokan dekat Dermaga dan tidak jauh dari bundaran SATAM.

Disini bagi penggila kopi surga banget karena rasa kopinya pait dan asam. Karena aku bukan penggila kopi aku lebih tertarik ice coklatnya, top banget, wajib dicoba. Dan jangan dilewatkan juga teh tarik dengan cincaunya. Atau kopi dicampur susu. Pecah dilidah.

Kukus Rap Menggale, Penganan Tradisional yang Rasanya Unik

Kukus Rap Menggale terbuat dari bahan dasar tepung Rap Menggale. Hampir seperti tepung gaple, hanya berbeda cara pembuatannya. Kalau tepung Gaple terbuat dari singkong yang dikupas, dipotong-potong lalu dijemur sampai hitam, baru didiolah menjadi penganan.

Rap Menggale, tepung nya dibuat dari singkong yang dikupas, dipotong-potong dimasukkan dalam karung sumpit yang dibuat dari daun lays (strukturnya hampir sama dengan daun durian). Karung diikat direndam dalam air sungai yang mengalir sampai maram. Hal ini dilakukan karena singkong yang dipakai pada mulanya singkong beracun yang biasa dipakai untuk memagari rumah agar babi hutan atau hewan-hewan hutan lainnya tidak menyerang balik ketika habitat mereka diganggu. Begitu ungkap Adhiwira, pemilik Belitong Kite. Disini ada kearifan lokal berupa peradapan yang masih berusaha dibangun oleh pak Adi panggilan akrab beliau. Setelah maram dipastikan racunnya akan hilang. Kemudian ditiriskan, dijemur sampai kering benar. Baru diolah, ditumbuk dan dibuat sebagai bahan berbagai panganan. Diantaranya kukus Rap Menggale.

Kukus Rap Menggale masih jarang ditemui, di resto manapun. Tapi di rumah makan Belitung Kite yang terletak di pusat kota Tanjung Pandan dekat dengan pelabuhan, dan bundaran Satam. Kita bisa menikmatinya sebagai menu sarapan pagi. Restoran tradisional ini buka setiap Selasa s.d Sabtu dari jam 06.00 – 10.00. Dan mereka memberikan gratis setiap hari Jumat. Disini Kukus disajikan diatas daun simpor bersama kelapa parut dan sambal ikan teri yang dimasak seperti pepes dengan bumbu khas Belitung yang syarat rempah-rempah. Rasanya seperti ketan, jauh dari rasa singkong.

Kukus Rap Menggale

DSC_0708

Selain kukus, ada juga Ipo-ipok yang didalamnya diisi sambal lingkong (abon ikan).

Zaman now Rap dapat juga dibuat brownis, dan test nya akan berbeda dengan brownis yang sering kita jumpai yang terbuat dari bahan terigu atau lainnya.

Surat Al-An’aam ayat 44

Kita tidak perlu merasa iri atau tidak disayang oleh Allah karena apa yang kita minta belum dikabulkan. Sementara kita melihat orang lain yang lebih buruk perangainya dari kita bisa hidup senang dan layak menurut mata kita. Padahal Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita. Bahkan kadangkala rasa sakit yang Allah beri juga sebenarnya suatu kebaikan untuk kita, bukti Allah menyayangi kita. Dia akan beri sesuatu yang kita butuhkan dan kita mampu.

Hal paling utama adalah ketetapan iman, dan kebahagiaan akan menyertai apabila kita selalu mensyukuri apa pun yang Allah beri, kepercayaan tanpa syarat.

Dalam surat Al An’am jelas disebut bahwa kesenangan bisa menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan, apabila kita tidak mampu menerimanya

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan seketika itu, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”
(QS. Al An’am: 44)